SIDOARJO - Sejumlah perajin tahu di Sidoarjo
mulai resah akibat harga harga kedelai impor melonjak hingga Rp9.000 per
kilogram (kg). Mereka resah dikarenakan belum menaikan harga tahunya di
pasaran.
Kenaikan harga kedelai impor tersebut diketahui merupakan imbas dari
anjloknya nilai Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga ke
level Rp13.000 per USD. Alhasil mengerek harga kedelai impor dari
Rp7.000 ke Rp9.000 per kg.
Sejumlah perajin tahu di Siduarjo lebih memilih mempertahankan produksi dan penjualan tahunya, tanpa memikirkan keuntungannya. "Sejak naik dua hari ini kami harus berjuang untuk menjual tahun hasil produksi kami," tutur perajin tahu Suparni, Kamis (5/3/2015).
Suparni mengaku takut kalah bersaing, jika harus menaikan harga jual tahunya di pasaran. Terpaksa, nilai keuntungan dari penjualan tahunya harus dipangkas hingga 50 persen dari keuntungan biasanya.
z"Harga jual tahu dipasaran masih tetap, tidak mungkin dinaikan. takut kalah bersaing dengan produsen tahu lainnya yang masih tetap jual dengan harga lama," imbuhnya.
Sejumlah perajin tahu di Siduarjo lebih memilih mempertahankan produksi dan penjualan tahunya, tanpa memikirkan keuntungannya. "Sejak naik dua hari ini kami harus berjuang untuk menjual tahun hasil produksi kami," tutur perajin tahu Suparni, Kamis (5/3/2015).
Suparni mengaku takut kalah bersaing, jika harus menaikan harga jual tahunya di pasaran. Terpaksa, nilai keuntungan dari penjualan tahunya harus dipangkas hingga 50 persen dari keuntungan biasanya.
z"Harga jual tahu dipasaran masih tetap, tidak mungkin dinaikan. takut kalah bersaing dengan produsen tahu lainnya yang masih tetap jual dengan harga lama," imbuhnya.