News


Get Your News Widget

Visited

Pertahankan Hukuman Mati, Indonesia Ditekan di Forum Internasional

Ilustrasi semata.
JAKARTA - Indonesia beserta beberapa negara yang memberlakukan hukuman mati mengkritik laporan yang dikeluarkan International Narcotics Control Board (INCB) dalam sidang The Commission on Narcotic Drugs (CND) ke-58 di Wina, Austria.
Dalam laporan sidang yang digelar pada 9-17 Maret 2015 itu, INCB mengimbau negara-negara yang masih mempertahankan dan terus menjatuhkan hukuman mati terhadap pelaku tindak pidana narkotika untuk menghapus sanksi pidana tersebut.
Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Pol Slamet Pribadi mengungkapkan, selain itu INCB juga mendorong lahirnya konsensus penghapusan hukuman mati.
"Delegasi kita memprotes laporan INCB dan mengendaki konsensus agar keputusan penghapusan tersebut dapat diterjemahkan dalam aturan hukum pada setiap negara," jelas Slamet.
Slamet menambahkan, salah satu organisasi internasional, Harm Reduction International bahkan menyarankan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menghentikan bantuan operasional dalam mengatasi masalah narkoba kepada negara yang masih melaksanakan hukuman mati tersebut. Namun, delegasi Indonesia, Bali Moniaga bersikeras agar Presiden INCB kembali pada mandat dan tugas pokok INCB, yakni mencari solusi dalam melawan ancaman narkoba sesuai dengan amanah dari tiga Konvensi Internasional yang mengatur mengenai pengawasan narkotika.
"Ada usulan agar bantuan operasional pemberantasan narkoba dihentikan, tapi delegasi kami ngotot agar ICNB tidak mengurusi atau intervensi terhadap pelaksanaan sanksi hukum atau yuridiksi negara," imbuhnya.
Pemerintah Indonesia dan beberapa negara anggota CND, lanjut Slamet, secara tegas tidak akan memberikan tanggapan terhadap laporan yang dikeluarkan INCB mengenai imbauan penghapusan hukuman mati. Sebaliknya, Indonesia menginginkan prioritas pembahasan tentang cara menangkal ancaman peredaran narkotika yang berpotensi merugikan kelangsungan masa depan bangsa.
"itu imbauan kita, hal ini tentu beralasan, karena Indonesia telah dijadikan target utama peredaran narkotika, sehingga upaya penanggulangannya harus ekstra keras dan komprehensif," pungkasnya.

Sengketa Lahan di Depok Berkurang

Sengketa Lahan di Depok Berkurang
Cirebon - Depok dikenal sebagai kota padat yang memiliki permasalahan pertanahan. Namun, hal itu perlahan mulai hilang seiring pesatnya pembangunan di sana.
Berkurangnya sengketa lahan juga tidak lepas dari peran Kepala Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Depok, Dadang M Fuad. Saat ditanya mengenai perubahan yang terjadi, ia menuturkan BPN terus melakukan pembenahan terkait pelayanan.
"Jemput bola salah satu cara menyelesaikan masalah. Bahkan, berdasarkan penilaian orang, BPN adalah salah satu lembaga terbaik di Depok," kata Dadang dalam keterangannya, Rabu (11/3/2015).
Sebelumnya dia mengungkapkan tidak menyangka ditempatkan di Depok dengan segala permasalahannya. Namun, hal tersebut dianggap sebagai amanah.  "Sehingga, menjalankannya dengan penuh keikhlasan," sambung Dadang.
Ia menambahkan, di Depok juga banyak kepentingan sehingga para investor tertahan untuk melakukan investasi.
"Padahal, para investor ini mempunyai niat baik. Ini yang perlu dibenahi, komunikasi, mediasi adalah salah satu faktor terpenting untuk menyelesaikan semua sengketa," jelasnya.
Seperti yang terjadi di PT Bumi Kedaung Lestari (BKL), Dadang mengatakan bahwa dalam menyelesaikan persoalan tersebut, ia selalu bertanya sejarah. "Ketika benar saya katakan benar, ketika salah saya tidak sungkan untuk mengatakan salah," ucapnya.
Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh investor untuk tidak takut berinvestasi di Kota Depok, karena seluruh sertifikat yang dikeluarkan oleh BPN Depok sudah sesuai ketentuan yang berlaku.
"Ketika Depok dipenuhi oleh investor, maka saya sebagai anak Depok akan merasa bangga, tentunya ini akan membuka lapangan pekerjaan bagi warga Depok, kota ini juga jadi alternatif bisnis properti di tengah padatnya Jakarta," tukasnya.

The Fed Dorong Penguatan Dolar

The Fed Dorong Penguatan Dolar


NEW YORK - Mata uang dolar menguat terhadap sebagian besar mata uang utama pada Selasa waktu setempat atau Rabu pagi karena ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertengahan tahun.
Seperti dilansir Xinhua, Rabu (11/5/2015), bank sentral AS telah mempertahankan suku mendekati nol selama hampir tujuh tahun untuk meningkatkan perekonomian yang lesu.
Richard Fisher, Presiden Federal Reserve Dallas, mengatakan The Fed harus mulai menaikkan suku bunga sebelum ekonomi mencapai lapangan kerja penuh guna menghindari timbulnya resesi.
Indeks dolar AS naik 0,32 persen menjadi 94,559 pada akhir perdagangan atau tertinggi sejak September 2003.
Sementara itu, euro merosot ke terendah 12 tahun terhadap dolar AS di tengah mulainya program pelonggaran moneter oleh Bank Sentral Eropa (ECB) dan meningkatnya kekhawatiran atas masalah utang Yunani.
Pada akhir perdagangan di New York, euro turun menjadi 1,0699 dolar dari 1,0858 dolar di sesi sebelumnya.
Pound Inggris turun menjadi 1,5073 dolar dari 1,5131 dolar. Dolar Australia turun tipis ke 0,7617 dolar dari 0,7713 dolar. Dolar AS dibeli 121,10 yen Jepang, lebih rendah dari 121,18 yen pada sesi sebelumnya, demikian Xinhua.

Dolar Menguat, Harga Minyak Turun Tajam

Dolar Menguat, Harga Minyak Turun Tajam


NEW YORK - Penguatan nilai tukar dolar AS menekan harga minyak dunia hingga turun tajam pada Selasa (Rabu pagi WIB), menambah tekanan dahsyat di pasar dari membanjirnya pasokan global.
Seperti dilansir AFP, Rabu (11/5/2015), patokan Amerika Serikat, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April anjlok 1,71 dolar AS menjadi ditutup pada 48,29 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan April jatuh 2,14 dolar AS menjadi menetap di 56,39 dolar AS per barel. Patokan global telah jatuh dalam enam dari tujuh sesi perdagangan terakhir.
Dolar naik terhadap mata uang utama lainnya, mencapai tingkat tertinggi dalam hampir 12 tahun terhadap euro, di tengah kekhawatiran terhadap negosiasi utang Yunani dan ekspektasi The Federal Reserve Amerika Serikat segera menaikkan suku bunga.
Data penggajian non-pertanian Amerika Serikat yang positif untuk Februari telah mengangkat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunganya pada pertengahan tahun ini, yang memberikan dorongan terhadap dolar AS.
Bank sentral Amerika Serikat telah mempertahankan suku mendekati nol selama hampir tujuh tahun untuk mengangkat perekonomian.
"Jelas penguatan dolar AS akhirnya mengejar pasar minyak," kata John Kilduff dari Again Capital, yang mencatat bahwa reli greenback juga memukul pasar saham, terutama saham industri minyak.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,6 persen pada perdagangan sore, sementara indeks FTSE 100 di London turun 2,5 persen.
Penguatan greenback membuat minyak yang dihargakan dalam dolar lebih mahal untuk pembeli yang menggunakan mata uang lemah, sehingga mengurangi permintaan.
Pengamat pasar umumnya memperkirakan pasokan yang berlimpah hanya akan menambah buruk, sebagian karena permintaan akan sedikit berkurang karena awal musim semi di belahan Bumi utara.
Laporan prospek pasar Departemen Energi Amerika Serikat yang dirilis Selasa, memproyeksikan berlanjutnya penumpukan besar dalam persediaan minyak mentah AS untuk tahun ini, termasuk di pusat penyimpanan di Cushing, Oklahoma.
Karena produksi minyak Amerika Serikat meningkat, stok minyak mentah komersial baru-baru ini telah mencapai rekor tertinggi minggu demi minggu.
Laporan persediaan minyak mingguan Departemen Energi Amerika Serikat berikutnya, yang keluar pada Rabu, diperkirakan menunjukkan peningkatan lain.
Kelebihan pasokan global terus membebani pasar. Total produksi minyak mentah Amerika Serikat diperkirakan rata-rata 9,4 juta barel per hari pada Februari menurut prospek energi yang dirilis Badan Informasi Energi (Energy Information Administration/EIA) pada Selasa.
EIA memproyeksikan rata-rata produksi minyak mentah AS mencapai 9,3 juta barel per hari pada 2015 dan 9,5 juta barel per hari pada 2016, mendekati 9,6 juta barel per hari, tingkat rata-rata tertinggi tahunan produksi Amerika Serikat pada 1970.
Sementara itu, ada sedikit tanda untuk Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang memproduksi sepertiga minyak dunia, akan memangkas kuota produksi kolektif dari 30 juta barel per hari, dalam menanggapi kemerosotan harga minyak.

Selundupkan Emas Senilai Rp 18 M ke Bangladesh, Diplomat Korut Ditangkap

Selundupkan Emas Senilai Rp 18 M ke Bangladesh, Diplomat Korut Ditangkap


Dhaka - Otoritas bea cukai Bangladesh membekuk seorang diplomat Korea Utara (Korut) di wilayahnya. Diplomat ini berusaha menyelundupkan emas seberat 27 kilogram, yang ditaksir bernilai US$ 1,4 juta atau setara Rp 18 miliar.

"Kami menemukan emas, baik dalam bentuk batangan maupun perhiasan dari Son Young Nam, First Secretary di kantor Kedubes Korut di Dhaka," ujar Direktur Jenderal Departemen Intelijen Bea Cukai, Moinul Khan seperti dilansirReuters, Jumat (6/3/2015).

Diplomat Korut tersebut sempat ditahan untuk dimintai keterangan, namun kemudian dilepaskan. Otoritas Bangladesh bertekad untuk mengadili pria tersebut.

Kepada Reuters, Moinul menyebut diplomat Korut itu masuk melalui green channel di Bandara Internasional Hazrat Shahjalal, Dhaka, setelah menumpang pesawat Singapore Airlines dari Singapura pada malam hari. 

Tidak disebut lebih jelas kapan diplomat Korut ini tiba di Bangladesh dengan membawa emas-emas tersebut. Namun temuan ini terjadi ketika petugas bea cukai di bandara bersikeras memeriksa tas tangan yang dibawanya.

"Dia (diplomat Korut-red) memberitahu petugas bea cukai bahwa tidak ada yang perlu diperiksa," ucap Ketua Badan Pajak Nasional, Najibur Rahman.

"Kemudian kami memberitahu pihak Kementerian Luar Negeri dan dia telah dibebaskan pada Jumat (6/3) di bawah Konvensi Wina," imbuhnya

Moinul menambahkan, kasus diplomat Korut ini telah diajukan oleh Departemen Bea Cukai setempat. "Kami juga telah memulai proses pelaporan pidana terhadapnya," tutur Moinul.

Otoritas Bangladesh menyatakan, aksi penyelundupan emas ke Bangladesh mengalami peningkatan beberapa bulan ini, terutama dari Dubai. Namun ini merupakan kasus pertama yang melibatkan seorang diplomat asing. 

Moinul menegaskan, otoritas Korut akan segera diberitahu mengenai kasus ini.

FBI Ingatkan Warga AS Waspada Rekrutmen ISIS Lewat Internet

FBI Ingatkan Warga AS Waspada Rekrutmen ISIS Lewat Internet


Washington - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) mengeluarkan imbauan kepada polisi dan warga untuk waspada terhadap setiap upaya perekrutan ISIS. FBI mengingatkan bahwa ISIS sedang marak merekrut warga muda AS secara online.

Selain dari FBI, imbauan yang sama juga dikeluarkan oleh Department of Homeland Security (DHS). Imbauan ini keluar setelah FBI menyelidiki seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun yang dicurigai membantu seorang pemuda lainnya untuk pergi ke Suriah demi bergabung dengan ISIS.

Imbauan atau yang biasa disebut 'bulletin' dimaksudkan untuk meningkatkan kewaspadaan publik AS. Demikian seperti dilansir AFP, Jumat (6/3/2015).

"Untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang tren yang terus muncul terkait maraknya pemuda dari negara Barat yang terinspirasi ISIL (nama lain ISIS) untuk pergi ke Suriah dan ikut serta dalam konflik," jelas seorang pejabat DHS yang enggan disebut namanya.

"Kami khawatir tentang upaya rekrutmen yang dilakukan ISIS, khususnya melalui media sosial dan kami mendorong publik untuk tetap waspada dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada penegak hukum," imbuhnya.

Terkait remaja yang ditangkap pekan lalu, media AS The Washington Post melaporkan bahwa agen FBI menggerebeknya di kediaman keluarga remaja tersebut di Woodbridge, Virginia. Si remaja diamankan polisi dari dalam rumah dan diborgol. Otoritas AS meyakini bahwa remaja itu membantu seorang pemuda lainnya untuk pergi ke Suriah, dengan memanfaatkan orang terkait ISIS yang dikenalnya secara online.

Negara-negara Barat dan sekutunya dari Arab bersumpah untuk menangkal propaganda ISIS, terutama melalui media sosial. Bahkan Twitter tengah berada di bawah tekanan untuk menghapus dan memblokir akun yang berbau ISIS dan militan lainnya.

AS Sebut Tentara Irak Berhasil Usir ISIS dari Kota Al-Baghdadi

AS Sebut Tentara Irak Berhasil Usir ISIS dari Kota Al-Baghdadi


Baghdad - Tentara Irak dan milisi setempat mengklaim berhasil merebut kembali kota Al-Baghdadi dari ISIS. Hal ini setelah ISIS mengancam akan menyerang pangkalan udara yang menjadi markas tentara AS di Irak.

Militan ISIS menguasai wilayah Al-Baghdadi, kota kecil di dekat Sungai Eufrat yang di wilayah barat Irak, sejak Februari lalu. ISIS bahkan sempat melontarkan ancaman terhadap pangkalan militer di wilayah tersebut, yang menjadi markas tentara AS yang tengah menjalankan misi melatih tentara Irak.

Pernyataan dari markas koalisi AS di Irak menyebut, pihaknya telah melakukan sedikitnya 26 serangan udara di wilayah Al-Baghdadi sejak 22 Februari lalu, ketika kota tersebut dikuasai ISIS.

"Militer Irak dan pejuang etnis dari wilayah Anbar telah berhasil membersihkan Al-Baghdadi dari ISIL (nama lain ISIS), merebut baik kantor polisi maupun tiga jembatan Sungai Eufrat," demikian pernyataan mereka, seperti dilansir AFP, Sabtu (7/3/2015).

Tentara AS yang ada di Irak tidak terlibat langsung dalam pertempuran melawan ISIS. AS hanya membantu melalui pelatihan tentara Irak dan serangan udara terhadap target-target ISIS.

"Koalisi mendukung operasi militer dengan aset pengintaian dan nasihat dan tim pendamping (yang mengikuti setiap unit tentara Irak)," imbuhnya.

Tentara Irak dan pasukan Kurdi, dengan dibantu milisi etnis Sunni dan Syiah terus menyerang ISIS di sejumlah wilayah, untuk mengusir mereka dari wilayah-wilayah Irak yang dikuasai sejak tahun lalu

Daftar Miliarder Terkaya Dunia, Bill Gates Berada di Puncaknya

Daftar Miliarder Terkaya Dunia, Bill Gates Berada di Puncaknya


JAKARTA - Gejolak ekonomi global seperti turunnya harga minyak, melemah nilai euro, terpuruknya nilai rubel Rusia memang memberikan dampak terhadap beberapa miliarder di dunia. Meski banyak miliarder yang mengalami penurunan, namun ada juga miliarder yang mampu miliarder bertahan dan meraup lebih miliar banyak untung. Melansir Forbes, Selasa (3/3/2015), jumlah kekayaan para miliarder tahun ini menembus USD7,05 triliun, memecahkan rekor USD6,4 triliun. Kenaikan ini didorong oleh 290 miliarder baru yang membantu mendorong jumlah miliarder di dunia menjadi 1.826, jumlah terbanyak yang pernah ada.
Berikut ini adalah daftar untuk 10 orang terkaya, dengan miliarder Bill Gates, masih mempertahankan posisi teratas, diikuti oleh Warren Warren Buffett dan Elon Musk.
1. Bill Gates, dengan kekayaan sebesar USD79,2 miliar, yang bersumber dari perusahaan Microsoft.
2. Carlos Slim Helu, dengan kekayaan sebesar USD77,1 miliar, yang bersumber dari telekomunikasi.
3. Warren Buffett, dengan kekayaan sebesar USD77,1 miliar, yang bersumber dari Berkshire Hathaway.
4. Amancio Ortega, dengan kekayaan sebesar USD64,5 miliar, yang bersumber dari bisnis pakaian, Zara.
5. Larry Ellison, dengan kekayaan sebesar USD54,3 miliar, yang bersumber dari perusahaan IT, Oracle.
6. Charles Koch, dengan kekayaan sebesar USD42,9 miliar, yang bersumber dari diversifikasi investasi.
7. David Koch, dengan kekayaan sebesar USD42,9 miliar, yang bersumber dari diversifikasi investasi.
8. Christy Walton, dengan kekayaan sebesar USD41,7 miliar, yang bersumber dari perusahaan Wal-Mart
9. Jim Walton, dengan kekayaan sebesar USD40,6 miliar, yang bersumber dari perusahaan Wal-Mart.
10. Liliane Bettencourt, dengan kekayaan sebesar USD40,1 miliar, yang bersumber dari perusaahan L'Oreal.

 

Entri Populer

close
Web Hosting
close
Web Hosting

Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner