
Cirebon - Depok dikenal sebagai kota padat yang memiliki permasalahan pertanahan. Namun, hal itu perlahan mulai hilang seiring pesatnya pembangunan di sana.
Berkurangnya sengketa lahan juga tidak lepas dari peran Kepala Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Depok, Dadang M Fuad. Saat ditanya mengenai perubahan yang terjadi, ia menuturkan BPN terus melakukan pembenahan terkait pelayanan.
"Jemput bola salah satu cara menyelesaikan masalah. Bahkan, berdasarkan penilaian orang, BPN adalah salah satu lembaga terbaik di Depok," kata Dadang dalam keterangannya, Rabu (11/3/2015).
Sebelumnya dia mengungkapkan tidak menyangka ditempatkan di Depok dengan segala permasalahannya. Namun, hal tersebut dianggap sebagai amanah. "Sehingga, menjalankannya dengan penuh keikhlasan," sambung Dadang.
Ia menambahkan, di Depok juga banyak kepentingan sehingga para investor tertahan untuk melakukan investasi.
"Padahal, para investor ini mempunyai niat baik. Ini yang perlu dibenahi, komunikasi, mediasi adalah salah satu faktor terpenting untuk menyelesaikan semua sengketa," jelasnya.
Seperti yang terjadi di PT Bumi Kedaung Lestari (BKL), Dadang mengatakan bahwa dalam menyelesaikan persoalan tersebut, ia selalu bertanya sejarah. "Ketika benar saya katakan benar, ketika salah saya tidak sungkan untuk mengatakan salah," ucapnya.
Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh investor untuk tidak takut berinvestasi di Kota Depok, karena seluruh sertifikat yang dikeluarkan oleh BPN Depok sudah sesuai ketentuan yang berlaku.
"Ketika Depok dipenuhi oleh investor, maka saya sebagai anak Depok akan merasa bangga, tentunya ini akan membuka lapangan pekerjaan bagi warga Depok, kota ini juga jadi alternatif bisnis properti di tengah padatnya Jakarta," tukasnya.