
BEIJING — China menurunkan proyeksi laju ekonomi
hingga sekitar 7 persen tahun ini. Pengumuman mengantarkan China pada
perlambatan pertumbuhan yang, oleh Beijing sendiri disebut “laju normal
baru.”
Pembukaan Kongres Rakyat Nasional China ditandai pidato ekonomi Perdana Menteri Li Keqiang. Ia menyatakan, target pertumbuhan China tahun lalu “sekitar 7,5 persen” Pertumbuhan nyata pada level 7,4 persen–terendah dalam lebih dari dua dasawarsa.
Laju ekonomi menurun dalam nyaris semua sektor ekonomi China. Artinya, pemerintah kurang mencukupi permintaan akan pendidikan, pensiun dan udara yang lebih baik.
Target 7 persen luas diprediksi di tengah-tengah penurunan permintaan domestik serta perlambatan pemulihan dalam perekonomian global.
Beijing dalam beberapa pekan terakhir mengumumkan penyaluran lebih banyak pinjaman bank guna memulihkan momentum ekonomi. Namun, langkah Beijing dapat melemahkan upaya peralihan dari ketergantungan akan ekspor.
Rencana penguatan laju jangka pendek dapat meningkatkan perekonomian
China, yang turut terdampak kelesuan di Eropa serta ketidakpastian
pemulihan di Amerika Serikat. Di lain sisi, langkah dapat memperdalam
pertanyaan soal peran jangka panjang China sebagai mesin pertumbuhan
ekonomi dunia.Pembukaan Kongres Rakyat Nasional China ditandai pidato ekonomi Perdana Menteri Li Keqiang. Ia menyatakan, target pertumbuhan China tahun lalu “sekitar 7,5 persen” Pertumbuhan nyata pada level 7,4 persen–terendah dalam lebih dari dua dasawarsa.
Laju ekonomi menurun dalam nyaris semua sektor ekonomi China. Artinya, pemerintah kurang mencukupi permintaan akan pendidikan, pensiun dan udara yang lebih baik.
Target 7 persen luas diprediksi di tengah-tengah penurunan permintaan domestik serta perlambatan pemulihan dalam perekonomian global.
Beijing dalam beberapa pekan terakhir mengumumkan penyaluran lebih banyak pinjaman bank guna memulihkan momentum ekonomi. Namun, langkah Beijing dapat melemahkan upaya peralihan dari ketergantungan akan ekspor.
Di dalam negeri, petinggi China menghadapi tekanan guna menggelar lebih banyak aksi. Sejumlah besar pebisnis mengaku tak ingin meminjam atau berekspansi akibat pelemahan permintaan.
“Suku bunga rendah tak juga membantu,” papar Chang Wenfei. Ia merupakan general manager Ake Electronics, produsen gawai canggih di Foshan, kota selatan China.
Kamis ini China mengaku akan memperkuat anggaran militer sebesar sekitar 10,1 persen pada 2015. Pernyataan mengisyaratkan perlambatan ekonomi bakal berdampak terbatas pada rencana modernisasi, termasuk pengadaan kapal selam, pesawat dan jet tempur baru.
“Sebagai negara besar, China butuh memperkuat militer guna melindungi keamanan nasional dan rakyat,” sahut Fu Ying, juru bicara Kongres Rakyat Nasional. “Sejarah mengajarkan bahwa kita tertinggal dan berada di bawah ancaman. Janganlah kita melupakan itu.”