
JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menyatakan, tantangan terbesar ke depan adalah bagaimana menjaga momentum positif pada perdagangan saham.
Pasalnya, market capitalization atau nilai kapitalisasi pasar BUMN telekomunikasi pada penutupan perdagangan akhir pekan minggu kemarin menembus sekitar Rp300 triliun.
"Tantangan sebenarnya adalah menjaga momentum yang positif ini bagi Telkom,” ungkap Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (16/2/2015).
Alex mengatakan, Telkom sendiri pada 2015 berencana ingin menjadi penguasa pasar di seluruh bisnis yang dilakoninya. Seperti backbone akan memperkuat Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) dari Aceh hingga Papua.
Sementara untuk diseluler, sambung Alex, melalui Telkomsel akan menjadi King Of Digital dengan dukungan mobile broadband. Di layanan berbasis kabel, akan menjadi juara dengan layanan Fiber To The Home (FTTH) melalui IndiHome yang menawarkan Triple Play.
"Kami juga akan memperkuat footprint di kawasan agar menjadi pemain regional dengan intermediate objectives untuk tahun 2015 ini adalah mencapai pendapatan Rp100 triliun dengan Market Cap Rp300 triliun," ungkapnya.
Dalam perdagangan Senin 16 Februari 2015, saham TLKM ini dibuka Rp 2.970 per lembar. Sedangkan pada Jumat 13 Februari harga saham operator pelat merah ini ni ditutup Rp2.980. “Saat ini tepat untuk membeli saham Telkom karena sedang melemah. Bisa dibeli di level Rp 2.950- -Rp 2.900 per lembar dengan level jual di Rp 3.050 –Rp 3.150 per lembar. Sahamnya sedang dalam fase uptrend dimana harga naik disertai volume,” ungkap kajian harian Bahana Sekuritas.
Merujuk pada penutupan harga saham Jumat, kapitalisasi pasar atau market cap dari Telkom sudah mencapai Rp300,4 triliun. Angka ini melesat dari posisi medio Oktober 2014 dimana market cap dari emiten Halo-halo ini sekitar Rp 280 triliun. Market cap biasanya menunjukkan nilai dari satu perusahaan yang ditunjukkan dengan harga saham dikali jumlah saham beredar di bursa.
Saat ini, untuk emiten sektor telekomunikasi, Telkom memiliki market cap paling besar. Pesaingnya, Indosat hanya memiliki market cap Rp21,2 triliun dan XL sebesar Rp44,4 triliun.
Sumber : Click Here
4 komentar
Mantaplah, Semoga Perusahaan Indonesia Lebih maju dan Memberikan Hal Terbaik untuk Negerinya sendiri, LOVE INDONESIA LOVE TELKOM
Iya, Semoga Saja
iya.., Amin..
Betul tuh...