
NEW YORK - Pada hari yang sama ketika Apple menjadi perusahaan pertama Amerika Serikat (AS) dengan kapitalisasi pasar melampaui USD700 miliar, CEO Tim Cook mengisyaratkan keberhasilannya berkat kemampuan perusahaan menjual produk mahal ke konsumen China. Selain itu, ia juga mengaku telah mengabaikan keyakinan umum tentang perusahaan-perusahaan besar.
Selasa silam, Cook menyatakan bahwa Apple bertumbuh pesat di China. Keberhasilan itu, kata Cook, lantaran Apple tak mengindahkan konsensus yang menyebutkan konsumen China sensitif terhadap harga produk canggih Apple.
“Itu hanya bualan. Tidak benar,” katanya dalam konferensi Goldman Sachs Technology and Internet di San Francisco.
Dalam kuartal IV-2014, Apple, yang menghalau tekanan untuk memperkenalkan smartphone murah di pasar China, menjual lebih banyak telepon pintar di China ketimbang perusahaan manapun, demikian data firma penelitian Canalys.
Menurut Cook, laju pertumbuhan pesat dibarengi pertambahan kalangan menengah dalam negeri memperluas kesempatan bagi perusahaan di Negeri Tirai Bambu. Penjualan Apple di sana, mencakup Daratan Cina, Hong Kong, dan Taiwan, tumbuh 70 persen dalam tiga bulan yang berakhir 27 Desember.
Cook menyatakan penjualan tahunan Apple di pasar China tumbuh menjadi USD38 miliar tahun lalu. Jumlahnya naik dari USD1 miliar dalam lima tahun sebelumnya. Cook mengaku tak memercayai “hukum angka besar”—konsep bahwa tingkat pertumbuhan melambat kala suatu perusahaan bertumbuh kian pesat. Ia menganggap “dogma” itu tak benar, ujarnya.
Saham Apple naik 1,9 persen pada Selasa menjadi USD122,02, sehingga kapitalisasi pasar saham menjadi USD710,7 miliar. Saham Apple menguat 64 persen pada tahun silam.
Kapitalisasi pasar dihitung dari perkalian antara jumlah saham perusahaan dengan harga saham. Sejak penawaran saham perdana pada Desember 1980, nilai pasar Apple naik lebih dari 50.600 persen.